15 Cara Menghemat Uang Dengan Benar

cara menghemat uang


Hal ini seringkali terjadi di masyarakat, memiliki pendapatan  banyak tapi kok tidak kaya-kaya. Coba renungkan lagi kenapa bisa demikian. Apa kebutuhan sehari-hari Anda banyak menyita uang Anda? Kalau iya, maka Anda perlu mempelajari bagaimana cara menghemat uang dengan benar.

Menghemat uang bukanlah suatu perkara yang terbilang sulit, selama tekad Anda bulat untuk merubah kebiasaan yang boros menjadi hemat. Lain halnya bila ego dan gengsi ikut campur, pastinya akan sedikit sulit untuk menerapkan kebiasaan berhemat.

Dalam berhemat juga tidak sembarangan. Berhematlah dengan tetap memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan jumlah uang yang dikeluarkan lebih sedikit dari biasanya.

Berhemat dapat memberikan banyak keuntungan bagi Anda. diantaranya yaitu dapat menekan biaya pengeluaran, uang bisa digunakan untuk sesuatu yang lebih penting, mengurangi stress, hidup lebih bahagia, dan tidak perlu takut jika sewaktu-waktu ada kebutuhan mendesak.

Berhemat juga akan menjauhkan Anda dari perilaku mubazir atau menghambu-hamburkan uang. Untuk itu, sangat penting untuk menerapkan cara menghemat uang dengan benar.

Baik untuk diri kita sendiri atau untuk orang lain. Jadi ketika Anda selesai membaca postingan ini, mungkin ada baiknya untuk mengklik tombol share di akhir postingan ini.

Berikut penjelasan lengkap tentang cara menghemat uang yang benar :

1. Gunakan Air dan Listrik Seperlunya

Beberapa hal sepele dalam keseharian yang sering menguras pengeluaran adalah listrik dan air. Tagihan ini merupakan tagihan pokok yang harus diprioritaskan pembayarannya di akhir bulan.
Kadang orang menggunakan air dan listrik dengan tidak bijak sehingga mengakibatkan jumlah tagihan membengkak di akhir bulan.

Dalam penggunaan air dan listrik juga perlu dilakukan penghematan. Sebaiknya tutuplah kran air pada saat tidak digunakan, hindari mencuci pakaian dalam jumlah kecil, dan hindari membuang-buang air.

Begitu pula dengan listrik, sebaiknya matikan lampu pada saat hendak tidur, kurangi penggunaan lampu yang berlebihan, dan komponen elektronik yang tercolok di stopkontak dan tidak digunakan.

2. Membuat Rekening Alternatif

Rekening alternatif disini berfungsi untuk dana-dana pribadi yang mungkin akan Anda gunakan pada saat-saat tertentu saja.

Mengapa tidak disatukan saja?

Kalau uang yang Anda punya disatukan semuanya dalam satu rekening maka otomatis Anda akan selalu berpikir bahwa tabungan Anda masih banyak.

Untuk itu pentingnya membuat rekening alternatif yang kalau bisa tidak ada akses ATM. Tabungan alternatif ini ibarat pajak. Jadi Anda harus mentransfer sejumlah uang dengan jumlah tertentu pada saat menerima gaji. Kalau gaji yang Anda terima naik maka uang yang harus ditransfer juga naik, begitu pun sebaliknya.

Ketika nanti pada saat Anda kehabisan uang dan bingung harus bagaimana. Saat itulah Anda baru merasakan manfaatnya. Betapa pentingnya untuk membuat rekening alternatif.

3. Catat Pengeluaran dan Evaluasi secara Berkala

Dalam pengelolaan uang bulanan, penting untuk melakukan pencatatan terkait pengeluaran dan pemasukan. Hal ini bertujuan agar kita bisa lebih mudah dalam menganalisis uang yang digunakan.

Dari situ kita juga bisa melihat kebutuhan mana yang sangat penting dan kebutuhan mana yang bisa dikurangi.

Dan kalau memang ada kebutuhan yang tidak terlalu penting maka lebih baik untuk ditiadakan saja.

4. Hindari Pembelian Mendadak

Membeli suatu barang secara mendadak merupakan suatu kebiasaan yang harus dijauhi untuk Anda yang ingin berhemat.

Kebiasaan ini sering muncul ketika mungkin Anda melihat suatu hal yang mungkin menarik. Biasanya berupa diskon atau promo yang ditawarkan suatu toko. Promo yang paling sering membuat orang melakukan pembelian mendadak adalah promo cuci gudang.

Sesuatu yang mungkin tidak terlalu penting, tetapi karena harganya murah jadi langsung di beli. Suatu barang yang memang dibutuhkan, langsung dibeli dalam jumlah besar. Terkadang jumlah yang dibeli sampai lebih dari jumlah semestinya yang dibutuhkan.

5. Bayar Tunai, Hindari Hutang yang Tidak Perlu

Pada saat membeli suatu barang, ada baiknya jika langsung dibayar tunai. Agar nantinya tidak menjadi beban psikis di masa mendatang.

Pernah tidak memerhatikan orang yang banyak hutang? Bagaimana pikirannya? Stress bukan? Maka dari itu, jika memang Anda masih mampu untuk membayar tunai, bayar tunai sajalah.

Terkadang ketika kita hendak memiliki sesuatu dan belum memiliki cukup uang untuk membelinya, kita biasanya berhutang. Misalnya pakaian, ada teman Anda yang berjualan pakaian. Ketika melihat jaket yang ia jual Anda tertarik untuk membelinya.

Anda sebenarna punya uang di saku celana. Tetapi karena orang yang berjualan itu adalah tetangga Anda, sehingga Anda memutuskan untuk membayarnya nanti saja. Toh jarak rumah dia ke rumah saya dekat sekali.

Pemikiran seperti ini yang harus Anda hindari. Memang sih, kalau satu penjual tidak masalah. Tapi bagaimana kalau banyak penjual? Pasti suatu saat Anda akan pusing dibuatnya. Maka dari itu, jauhilah hutang yang tidak perlu seperti itu.

6. Pertimbangkan untuk Membeli Barang Kondisi Bekas Pakai

Ada ungkapan yang menyatakan bahwa yang bagus tidak selalu mahal dan yang buruk tidak selalu murah. Nyatanya ungkapan itu tidak 100% benar.

Untuk Anda yang ingin  berhemat, tidak ada salahnya untuk mengutamakan barang bekas terlebih dahulu daripada barang baru.

Tetapi periksa terlebih dahulu kondisi barang bekas yang hendak dibeli. Jangan sampai barang yang Anda beli sudah tidak layak pakai. Banyak kok toko online yang menawarkan barang bekas kualitas bagus.

Hilangkan gensi Anda. Toh Anda membeli barang yang terbaik, bukan barang yang paling mahal. Karena barang mahal belum tentu yang paling bagus.

7. Lawan Kebiasaan Buruk yang Membuat Anda Boros

Buang kepribadian Anda yang selalu ingin boros, dan biasakan untuk berhemat. Kurangi kebiasaan-kebiasaan yang selalu ingin membelanjakan uang seperti nongkrong di kafe, membeli pakaian yang sedang hits, membeli barang yang serba mewah, dan sejenisnya.

Bila Anda seorang perokok maka cobalah untuk berhenti merokok. Ada orang yang telah membuktikan bahwa ketika ia berhenti merokok selama beberapa bulan. Ia mengumpulkan uangnya di dalam botol. Jadi setiap ingin membeli rokok, uang untuk membeli rokok itu disimpan dalam botol.

Dan setelah beberapa bulan melakukannya. Sangat tidak terduga kalau uang yang dikumpulkannya itu cukup untuk membeli mobil. Jadi kalau dipikir-pikir banyak juga uang yang kita bisa hemat kalau tidak merokok.

Selain kebiasaan merokok itu, masih banyak kebiasaan lain yang bisa Anda kurangi agar menghemat pengeluaran.

8. Potong Biaya Transportasi untuk Efisiensi

Salah satu hal yang menambah pengeluaran adalah masalah kendaraan. Seringkali karena masalah gengsi sehingga tidak segan untuk mengeluarkan biaya untuk hal yang tidak terlalu mendesak.

Mau pergi ke membeli rokok saja ke warung yang jaraknya sangat dekat masih pakai motor. Padahal dengan berjalan kaki seharusnya bisa. Atau kalau ada sepeda lebih baik gunakan sepeda.

Mau pergi jalan-jalan sendirian masih pakai mobil. Padahal kalau dipikir secara logika bisa menggunakan motor saja agar lebih hemat. Namun kembali lagi kepada ego masing-masing. Kalau memang Anda ingin fokus berhemat sebaiknya abaikan ego itu.

9. Menambah Sumber Penghasilan

Selain melakukan penghematan, hal lain yang harus dilakukan adalah menambah sumber penghasilan. Caranya dengan melakukan kerja sampingan yang tidak terlalu banyak menyita waktu dan tenaga.

Kerja sampingan akan membantu meringankan beban Anda dalam masalah keuangan. Pilihlah kerja sampingan yang tidak membutuhkan modal yang banyak.

Anda bisa saja membuat kerajinan tangan yang memliki nilai jual baru kemudian dipasarkan. Bisa juga dengan membuka jasa desain grafis apabila Anda memiliki passion dalam bidang desain.

Untuk lebih lengkapnya mengenai usaha sampingan bisa Anda baca di artikel “17 Ide Kerja Sampingan Modal Kecil yang Cocok Untuk Anda” yang terdapat di akhir postingan.

10.  Hindari Persaingan Gaya Hidup dengan Tetangga atau Teman Kerja

Hal yang paling umum terjadi di masyarakat adalah gengsi dan selalu ada rasa tersaingi oleh tetangga. Orang seperti ini tidak mau kalah dari tetangganya.

Tetangga beli kipas angin ia mau beli AC, tetangga punya hp baru ia juga ingin beli hp baru yang lebih bagus, tetangga beli motor baru ia juga ingin beli motor baru yang lebih mahal.

Sikap seperti ini harus dibuang jauh-jauh karena jika disimpan akan merugikan diri sendiri baik dari segi finansial maupun psikologi.

Orang yang memiliki sifat demikian hidupnya tidak akan tenang karena setiap tetangganya beli sesuatu yang baru justru ialah yang stres.

Syukuri apa yang kita punya, tidak usah memperdulikan apa yang orang lain punya. Kalau orang lain punya sesuatu yah itu rejeki mereka. Kita tidak usah ambil pusing.

11. Jangan Membeli apa yang Tidak mampu atau Tidak Dibutuhkan

Karena keinginan untuk memiliki yang kuat pada suatu barang, terkadang kita mengabaikan harganya. Mau berapapun harganya tetap akan dibeli.

Hal ini terjadi biasanya karena ego yang tak terbendung. Misalnya seseorang yang ingin membeli hp. Ketika ia melihat ada hp yang sangat bagus , dia ingin membeli hp itu.

Setelah ditanyakan harganya ternyata harga hp itu sebesar 5 juta rupiah. Ia berpikir kembali karena uang yang ada dikantongnya hanya 3 juta rupiah. Namun karena keingingan untuk memiliki hp tersebut. Maka ia pergi meminjam uang ke temannya untuk membeli hp itu.

Inilah salah satu perilaku yang tidak baik untuk ditiru. Untuk memenuhi egonya sendiri ia rela meminjam uang hanya untuk membeli hp yang padahal tidak terlalu dibutuhkan. Ia membeli hp itu hanya karena ingin terlihat keren. Kalau orang bilang selera tinggi ekonomi lemah.

12. Selalu Lihat dan Bandingkan sebelum Membeli Barang

Dalam membeli barang yang harus diutamakan adalah mengecek barang tersebut. Apakah masih layak pakai? Apakah harganya normal? Bagaimana perbandingannya dengan barang lain yang sejenis?

Ada banyak aspek yang bisa jadi bahan pertimbangan dalam memilih barang bekas. Yang terpenting adalah ketelitian dalam memeriksanya.

Kalau yang ingin dibeli adalah barang elektronik seperti handphone, mesin cuci, tv, kipas angin, dan laptop maka periksa terlebih dahulu komponennya. Apakah masih lengkap atau tidak, serta periksa apakah masih berfungsi dengan normal atau tidak.

Begitu pun dengan pakaian atau tas, periksa baik-baik apakah ada bagian yang robek atau cacat. Agar nantinya Anda tidak menyesal karena barang tak sesuai harapan.

13. Libatkan Keluarga untuk Berhemat

Disaat Anda giat-giatnya berhemat, kan tidak bagus juga kalau anggota keluarga yang lainnya justru melakukan pemborosan. Maka dari itu kalau Anda memiliki tanggungan atau anggota keluarga, sebaiknya ajak mereka untuk berhemat. Kan itu juga demi untuk kebaikan bersama.

Kadang juga ada anak yang tidak mau berhemat karena sikap borosnya itu sudah menjadi kebiasaan. Untuk itu pentingnya mendidik anak berhemat sedari kecil sehingga didikan itu bisa ia bawa sampai besar dan diturunkan lagi kembali anaknya kelak.

14. Menerapkan Sistem Pinjam atau Barter

Bila ada barang yang tidak harus untuk dibeli dan kebetulan ada kenalan kita yang punya sebaiknya kita pinjam saja. Kalau Anda memang dekat dengannya pasti ia akan meminjamkannya kepada Anda.

Atau bisa juga dengan sistem barter. Sistem barter bisa menjadi solusi apabila ada seseorang yang tidak mau meminjamkan barangnya kepada Anda. Anda tidak harus membeli, cukup tawarkan kepadanya barang yang kira-kira nilainya setara dengan barang yang ingin kita pinjam.

Mengenai waktu kepemilikannya tergantung kesepakatan. Mau satu hari, satu minggu, atau bahkan selamanya tidak menjadi masalah selama itu masih bagian dari kesepakatan.

15. Bayar Terlebih Dahulu Tagihan Pokok Ketika Menerima Gaji

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah memperhitungkan apa-apa saja yang ingin dibayar ketika menerima gaji nanti.

Utamakan pembayaran-pembayaran pokok yang menjadi prioritas utama seperti tagihan listrik, tagihan air, asuransi, dan tagihan-tagihan lainnnya.

Dengan membayar terlebih dahulu tagihan pokok, maka di belakangan Anda tidak dipusingkan dengan tagihan-tagihan yang menumpuk.


Kesimpulan

Dalam berhemat dibutuhkan kesabaran dan tekad yang kuat untuk mengubah kebiasaan boros. Orang yang berhemat bukanlah kikir, tetapi orang yang berhemat adalah orang cerdas yang menghilangkan kebiasaan buruknya untuk membuang-buang uang yang seharusnya bisa digunakan untuk keperluan yang lain yang lebih penting.

Baca Juga :


0 Response to 15 Cara Menghemat Uang Dengan Benar

Posting Komentar